15 % Bangunan Sekolah di Kabupaten Pekalongan Masuk Kategori Rusak Berat

KAJEN – Sebanyak 15 persen bangunan sekolah di wilayah Kota Santri masuk kategori rusak berat, adapun untuk rusak ringan mencapai 25 persen. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan menargetkan dalam empat tahun mendatang bangunan sekolah yang rusak berat bisa teratasi.
Demikian disampaikan Kabid Sarpras pada Dinas Pendidikan Sumarsono kepada sejumlah wartawan yang bertugas di Kota Santri ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/7). Menurutnya, pemerintah daerah dalam melakukan rehab bangunan sekolah menggunakan skala prioritas, sehingga tidak hanya fokus pada satu sekolah tapi semua sekolah tetap diperhatikan untuk dilakukan perbaikkan sesuai dengan anggaran yang ada.
“Tahun ada kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan melakukan rehab sebanyak 200 sekolah dari tingkat PAUD sampai SMP. Sebagian besar adalah rehab baik untuk kerusakan berat maupun ringan, beberapa di antaranya adalah membangun ruang kelas baru (RKB),” katanya.
Dia menjelaskan, bangunan sekolah yang rusak akibat terjangan rob masuk kategori rusak berat. Tapi, pada tahun lalu telah dialokasikan anggaran untuk penanganan berupa peninggian halaman. Tujuan peninggian halaman sekolah adalah agar akses menuju ke ruang kelas tidak tergenang, sehingga siwa nyaman masuk ke ruang kelas.
Program peninggian halaman memang mengakibatkan bangunan gedung sekolah tampak rendah, meski demikian program peninggian halaman sekolah dinilainya berhasil. Hal itu diindikasikan makin bertambahnya jumlah siswa di salah satu sekolah tingkat SMP yang terkena rob di kawasan pesisir Kabupaten Pekalongan.
“Masih ada beberapa sekolah yang masih butuh penanganan lantaran bangunan sekolahnya diterjang rob, seperti SD di Desa Pecakaran dan Semut Kecamatan Wonokerto,” jelas Sumarsono, sambil menambahkan kebutuhan anggaran rehab secara keseluruhan untuk semua sekolah yang ada di Kabupaten Pekalongan angkanya cukup tinggi bisa mencapai Rp 20 miliar. Adapun total SD yang ada di Kota Santri mencapai 530 sekolah, sedangkan tingkat SMP hanya 83 sekolah.
Menurutnya, beberapa kerusakan bangunan sekolah yang dilakukan rehab disebabkan di antaranya lantaran faktor usia bangunan, dan beberapa penyebab lainnya seperti diterjang air rob dan sebagainya. (i)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *