50 % Jalan Rusak, Komisi C Minta Pemkab Perbaiki

KAJEN – Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan meminta Pemkab Pekalongan untuk memperhatikan dan memperbaiki ruas jalan di wilayah Kota Santri yang mengalami kerusakan. Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir dalam kesempatan rapat kerja dengan sejumlah OPD Pemkab Pekalongan dalam rangka persiapan lebaran, (31/) malam.

Untuk itu, dalam rapat kerja tersebut, Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan meminta penjelasan perwakilan dari Bappeda untuk menyampaikan perencanaan perbaikkan dari sejumlah ruas jalan yang rusak tersebut.

“Saat ini kondisi jalan di Kabupaten Pekalongan 50 persen mengalami kerusakan. Saya ingin tahun penjelasannya seperti apa? perencanaan perbaikkannya bagaimana? Mestinya hari ini para kepala OPD hadir, karena pada rapat kali ini yang diundang adalah kepala OPD. Tapi yang hadir adalah orang nomor dua dan nomor tiga di OPD,” katanya dalam rapat tersebut.

Perwakilan dari Bappeda Kabupaten Pekalongan yang hadir pada rapat kerja tersebut, Ismail membenarkan memang kondisi jalan di wilayah Kota Santri mengalami kerusakan paling tidak 50 persen ruas jalan di Kabupaten Pekalongan rusak. Hal itu, kata dia, dimungkinkan disebabkan karena imbas dari proyek pembangunan jalan tol, sedangkan sisanya karena sebab lain.

Menurutnya, meski antara Pemkab Pekalongan dengan pelaksana proyek pembangunan jalan tol sudah MoU. Tapi sebagaimana pengalaman di daerah lain, ada kekhawitiran usai pelaksanaan pembangunan jalan tol selesai, mereka (pelaksana pembangunan jalan tol) pergi.

Untuk itu, pemerintah daerah mengantisipasinya dengan mengalokasikan anggaran untuk perbaikkan jalan rusak tersebut. Kemudian berkaitan dengan pengurukan UKM Centre dan Sport Centre yang berlokasi di Jalan Raya Wonopringgo, kata dia, akan dilaksanakan sejajar dengan badan jalan.

“Apabila seluruhnya dilakukan pengurukan sejajar dengan badan jalan akan menghabiskan anggaran cukup besar mencapai Rp 8 miliar. Untuk itu pengurukan hanya di bagian depan saja, sedangkan bagian belakang tak sejajar dengan badan jalan. Nanti di bagian belakang akan disambungkan dengan saluran air yang berada di wilayah tersebut,” terangnya.(i)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *