Berbusana Muslim, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi

[smartslider3 slider=”4″]

KAJEN – Dengan mengenakan busana muslim, DPRD Kabupaten Pekalongan menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-397 di Gedung Dewan, Senin (26/8).
Laki-laki mengenakan pakaian koko bersarung dan berpeci, dan bagi perempuan memakai kebaya atau busana muslimah.
Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pekalongan Hindun, mengatakan, rapat paripurna istimewa kali ini berbeda dari rapat paripurna pada umumnya, karena rapat paripurna kali ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pekalongan.
Dikatakan, sesuai dengan sejarah Kabupaten Pekalongan, Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ditetapkan dan jatuh pada hari Jumat Kliwon, 25 Agustus 1622. Ditetapkannya Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ini tidak terlepas dari catatan sejarah masa lampau yang telah ditelusuri dan ditemukan oleh tim penyusun sejarah hari jadi Kabupaten Pekalongan, dan hasilnya telah ditetapkan dalam Perda Kabupaten Pekalongan Nomor 10 Tahun 2001.
Dikatakan, hari Minggu, tanggal 25 Agustus 2019, Kabupaten Pekalongan tepat berulang tahun ke – 397. “Oleh karena itu, atas nama pimpinan sementara dan anggota DPRD Kabupaten Pekalongan saya mengucapkan selamat Hari Jadi ke-397 Kabupaten Pekalongan. Dirgahayu Kabupaten Pekalongan. Semoga dengan bertambahnya usia Kabupaten Pekalongan bertambah pula kesejahteraan masyarakatnya,” harapnya.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, lanjut dia, pada tahun ini mengenakan busana muslim. Untuk laki-laki memakai koko bersarung, berpeci dan bersandal slop. Untuk perempuan mengenakan kebaya nasional atau busana muslimah. Hal ini, kata dia, untuk merepresentasikan rakyat Kabupaten Pekalongan, karena DPRD adalah lembaga yang merepresentasikan rakyat di Kabupaten Pekalongan.
“Saya berharap kegiatan ini tidak sekedar bersifat seremonial belaka tapi lebih dari itu dalam memaknai makna hari jadi, yaitu sebagai ajang untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan rasa memiliki terhadap tanah kelahiran dan sekaligus tanah tempat pengabdian, serta menggali potensi dari jati diri kita sebagai masyarakat Kabupaten Pekalongan. Ciri itu lah yang ingin kita tampilkan dengan pakaian yang kita kenakan pada kesempatan ini, yaitu untuk mengingatkan pada jati diri kita sebagai masyarakat agar tercermin pada sikap dan perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Menurutnya, maju tidaknya Kabupaten Pekalongan merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakatnya. Pihaknya terus giatkan pembangunan dengan semangat tinggi dan terus gelorakan semangat kebersamaan dengan gotong royong dan semangat memiliki. “Kembangkan kreativitas dan inovasi untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang lebih sejahtera sesuai dengan tema Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, yaitu Kabupaten Pekalongan sengkuyung, bersama membangun Kabupaten Pekalongan yang lebih baik,” katanya.
Disampaikan, Kabupaten Pekalongan memiliki banyak potensi dari berbagai sektor yang masih perlu dikembangkan, agar bisa bersaing dengan daerah lain. Dalam sektor industri, lanjut dia, banyak produk unggulan yang mampu terus bertahan di era persaingan pasar global antara lain batik, tenun, konveksi, dan kerajinan lainnya. Di sektor pariwisata, kata dia, tumbuh obyek – obyek wisata baru yang tidak kalah indah dan menariknya dibandingkan obyek wisata di daerah lain seperti Bengkelung Park, Watu Bahan, Watu Ireng, Telaga Sigebyar, dan Linggoasri.
Kuliner Kabupaten Pekalongan juga unik dengan cita rasa yang khas dan menggugah selera antara lain pindang tetel, kluban bothok, soto, dan sega megana yang tidak ditemukan di daerah lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *