Kegiatan Dewan

Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan Pantau Pelayanan Kesehatan RSUD Kajen

 

KAJEN - Melakukan Pengawasan untuk memastikan masyarakat Kota Santri, terutama rakyat kecil mendapatkan pelayanan kesehatan secara baik di RSUD Kajen sebagai salah satu mitra kerja Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan merupakan bagian dari menjalankan amanat konstitusi.

Karenanya, pada Selasa (12/9) Ketua dan Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan memantau setiap jengkal ruang dan bentuk pelayanan serta mewancarai pasien apakah mendapatkan pelayanan kesehatan secara baik, ketika memanfaatkan layanan di RSUD Kajen.

 

Diawali dengan mendengarkan beberapa program dan bentuk layanan serta skema pembiayaan yang diterapkan di lingkungan RSUD Kajen, para wakil rakyat mencermati secara seksama materi-materi yang disampaikan baik oleh Manajemen RSUD Kajen maupun Direktur RSUD Kajen, Dwi Arie Gunawan.

Usai memperoleh penjelasan, selanjutnya Ketua dan Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan berkeliling di setiap ruang rumah sakit yang sekarang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu.Saat berada di ruang inap, para wakil rakyat itu meminta keterangan dari pasien untuk memastikan apakah benar-benar terlayani dengan baik. Dalam melakukan pantauan keliling ruang di RSUD Kajen mereka (wakil rakyat,red) didampingi Direktur RSUD Kajen dan staf rumah sakit tersebut.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan, M Kholis Jazuli di sela-sela memantau pelayanan kesehatan di RSUD Kajen mengatakan, hasil pantauan soal pelayanan kesehatan di RSUD Kajen sudah bagus. Apalagi terdapat unit layanan baru, yaitu Unit Hemodialisa. Menurutnya, layanan ini sangat membantu bagi pasien yang membutuhkan cuci darah. "Kami atas nama DPRD Kabupaten Pekalongan mengucapkan terimakasih," kata dia.

Pihaknya juga menyampaikan untuk ke depannya RSUD Kajen untuk tetap bertahan mengedepankan pelayanan kesehatan yang berpihak kepada rakyat kecil dan meningkatkan pelayanan supaya lebih bagus lagi. "Dari pantauan kami yang masih kurang adalah ruang kelas tiga, dimana sebagai masyarakat Kabupaten Pekalongan banyak menggunakan ruang kelas tiga ini. Untuk itu perlu ditambah," ujarnya.

Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan, Moh Nurkholis menyatakan, sarana-pra sarana di RSUD Kajen sudah update, peralatannya sudah moderen. Meski begitu, dengan anggaran pemerintah daerah sebanyak Rp 21 miliar untuk jaminan kesehatan daerah, pelayanan kesehatannya harus baik.

"Permasalahan yang kami temukan adalah untuk rawat jalan. Hingga jam 12 siang belum teratasi. Untuk itu manajemen RSUD Kajen harus bisa mensinkronkan jadwal piket dokter, supaya pasien tidak terlalu lama menunggu. Untuk obat-obatan pelayanannya agar dipercepat, tapi tidak meninggalkan ketelitian," tandas dia.

Hal serupa juga disampaikan, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan.Menurutnya, dalam ruang layanan kelas tiga sering penuh pasien, sehingga perlu ditambah khusus ruang kelas tiga. Sebab, lanjut dia, masyrakat banyak menggunakan kelas tiga. Pemerintah perlu mengganggarkan kelas tiga. Secara umum pelayanan sudah baik tapi perlu ditingkatkan.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan, Munandhir mewanti-wanti kepada para pengelola rumah sakit baik swasta maupun negeri di Kota Santri supaya tidak menolak pasien yang berobat di rumah sakit. Sebab, kata dia, sakit itu datangnya tidak bisa diprediksi, bisa kapan saja," tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kajen, Dwi Arie Gunawan menjelaskan, unit layanan yang baru diresmikan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi itu memiliki 10 ruang. Di setiap ruangnya ada satu mesin cuci darah digunakan satu pasien.

RSUD Kajen juga menyiapkan skema pembiayaan gratis melalui dana Lazis yang dikelola Rumah Zakat Indonesia. Apabila asuransi dari pemerintah baik daerah maupun pusat tidak bisa menjangkaunya. "Penjemputan pasien tidak mampu juga kami sediakan gratis," katanya.

Harapannya, terang Direktur RSUD Kajen itu, rumah sakit yang baru berusia 12 tahun pada 2019 nanti bisa menjadi rumah sakit tanpa kelas. Artinya, pasien yang mendaftar menggunakan BPJS kelas satu, dua dan tiga, fasilitas yang diberikan sama, tidak ada perbedaan, kecuali VIP. Tanpa kelas itu fasilitas yang diberikan, karena alatnya sama baik di kelas satu, dua maupun tiga. Kemudian kenapa gratis, karena sudah ada skema pembiayaan dari BPJS dan jaminan asuransi daerah, apabila tidak bisa dicover, ada dana dari rumah zakat Indonesia.
"Tageline RSUD Kajen adalah rumah sakit untuk orang miskin, tidak mampu dan dhuafa," tandas dia. (i)

 

 

 

HUBUNGI KAMI

Sekretariat DPRD Kabupaten Pekalongan
Alamat Jl. Alun-alun Utara No.2
Kajen
Jawa Tengah
Kode Pos 51161
Indonesia
Telp : 0285-381928

: