Kegiatan Dewan

Ketua DPRD Hindun Jadi Pembicara Seminar Quo Vadis Perempuan

KAJEN - Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hindun mengingatkan kepada kalangan perempuan di Indonesia, khususnya di wilayah Kota Santri jangan minder ketika hendak terjun wilayah publik, terutama dalam dunia politik.

Demikian dia tegaskan dalam siaran persnya yang dikirim ke Suara Merdeka, ketika menjadi narasumber Seminar Quo Vadis Perempuan, yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sosioliogi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Tanggerang, Selasa (31/10).

 

"Dalam hal kebijakan, perempuan masih ada yang belum bisa mengambil peran. Kadang-kadang perempuan masih minder, apakah bisa bersaing dengan eleman lain di masyarakat. Untuk apa minder?! Perempuan jangan minder apabila memilih wilayah publik, terutama dunia politik," tandas dia.

Kondisi minder dari perempuan, lanjut dia, terkadang juga dipengharuhi oleh pendidikan di keluarga. Apabila di dalam keluarga sendiri tidak ada dukungan, maka bisa dipastikan seorang perempuan tidak akan maju. Peran keluarga, tandas Hindun yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan menjadi penting untuk mendukung keberhasilan perempuan.

Tantangan selanjutnya adalah perempuan pada konstruksi sosial budaya Indonesia, masih menempatkan wanita berada di belakang. Di Kabupaten Pekalongan, kata Hindun, antara perempuan dan laki-laki sudah ada diskriminasi atau dibeda-bedakan lagi, namun hal demikian disesuikan dengan kapasitas masing-masing. "Saya menilai pola pikir para pemimpin di Kabupaten Pekalongan sudah berubah, kesetaraan gender di Kota Santri menunjukkan ada kemajuan," kata dia.

Di Kabupaten Pekalongan sendiri telah mencatatkan sejarah, Bupati Pekalongan dipimpin seorang perempuan yaitu Siti Qomariyah pada 2006-2011 dan lembaga legislatif yaitu DPRD Kabupaten Pekalongan periode 2014-2019 dipimpin oleh perempuan, tak lain adalah Dra Hj Hindun MM seorang politis perempuan dari PKB.

Di hadapan peserta Seminar Quo Vadis Perempuan, Hindun menjelaskan tentang apa yg dijalankan oleh kaum perempuan sehari-hari. Menurutnya kaum perempuan jaman sekarang ini harus sejajar dengan kaum laki-laki. Contoh pada saat pencalonan legislatif 1994, bahwa perempuan saat itu sedikit. Tapi, pada Pemilu 2014 keterwakilan perempuan di kursi DPRD, mengalami kemajuan.

Tercatat ada 10 perempuan hasil Pileg 2014 duduk di kursi DPRD Kabupaten Pekalongan. Artinyam lanjut Ketua Perempuan Bangsa Kabupaten Pekalongan, bahwa Undang-undang sudah mewujudkan kalau perempuan setara dengan laki-laki.

Pada kesempatan itu, Hindun juga menyatakan, meski secara statistik jumlah perempuan di Kabupaten Pekalongan yang duduk di DPRD cukup tinggi. Namun, kata dia, dunia politik masih bisa dikatakan dunianya laki-laki. Meski begitu di tengah masyarakat, calon legislatif baik perempuan maupun laki-laki memiliki dipandang sama.

"Politik itu seni dan perempuan bisa menjalankan itu (politik,red). Dalam menjalankan agendanya banyak cara atau trik dari para anggota DPRD. Tapi dalam menjalankan fungsinya terlebih memanajemen semua kepentingan para anggota DPRD ada beberapa strategi. Ada kalannya ya diam, tapi pada momentum tertentu ya harus lantang bicara," jelasnya.

Pada seminar itu, sejumlah narasumber dihadirkan yaitu Komisioner Komisi Nasional Perempuan Prof Nina Nurmila PhD, Krimonolog Dr Vinita Susanti MSi dan Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Dra Hj Hindun MM.(i)

 

 

 

HUBUNGI KAMI

Sekretariat DPRD Kabupaten Pekalongan
Alamat Jl. Alun-alun Utara No.2
Kajen
Jawa Tengah
Kode Pos 51161
Indonesia
Telp : 0285-381928

: