Kegiatan Dewan

Warga Kutosari Datangi Kantor DPRD Sampaikan Aspirasi Tolak Galian C

 

KAJEN - Warga Kutosari, Kecamatan Karanganyar, Rabu (10/1) melaksanakan aksi damai dengan mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pekalongan. Mereka menuntut galian C yang berada di desanya untuk ditutup lantaran dinilai bisa membahayakan lingkungan di sana.

Dalam melakukan aksinya, warga membentangkan spanduk bernadakan protes serta menuliskan berbagai macam tuntutan agar galian C yang berada di Desa Kutosari segera ditutup.

 

Aksi damai tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari jajaran petugas Polres Pekalongan. Selain menyampaikan orasi, sejumlah peserta aksi damai itu juga melantunkan lagu yalal wathon dengan syair yang digubah sedemekian rupa.

Setelah menyampaikan sejumlah orasi, akhirnya para peserta aksi ditemui oleh Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir dan Anggota Komisi C, M Nasron."Bapak ibu, saya minta untuk bisa tenang dan tertib," kata dia, menenangkan massa.

Setelah melalui proses dialog akhir perwakilan dari peserta aksi dipersilahkan untuk memasuki ruang rapat Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan untuk melakukan proses dialog dengan jajaran Komisi C, perwakilan pemerintah, seperti KLH, Satpol PP dan sebagainya.

Di hadapan Ketua dan Annggota Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan, salah satu perwakilan dari warga Desa Kutosari, Abdullah menyatakan kekecewaannya lantaran dari perwakilan pengusaha tidak hadir. Padahal, kata dia, kehadiran dari pemilik galian C tersebut dibutuhkan agar apa yang disampaikan oleh warga didengar oleh yang bersangkutan.

Meski mengaku kecewa, Abdullah di dalam ruang rapat Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan menyampaikan beberapa tuntutan dari warga, di antaranya menolak secara tegas keberadaan galian C di Desa Kutosari, Kecamatan Karanganyar, mengembalikan material galian C yang sudah diambil agar dikembalikan seperti sedia kala. Selanjutnya warga menuntut agar izin galian C dikaji ulang.

"Apalabila tuntutan warga tidak dipenuhi, warga akan melakukan normalisasi dengan cara swadaya. Kalau perlu salinan izin bisa dipertunjukkan agar warga mengetahui batas batas lokasi galian C. Alasan Amdalnya seperti apa?," tandasnya.


Kabid Lingkungan Hidup, yarkhim, yang dihadirkan pada proses dialog tersebut menyatakan, berdasarkan hasil kajian setelah melakukan survei ke lokasi, hasilnya tambang dihentikan sementara.

Selanjutnya akan dilakukan kaji ulang di PSDA dan PSDA Provinsi. Sebab, berdasarkan survei ada pelanggaran yaitu membuat jalan di bantaran sungai. Mengenai hal itu, galian C tersebut sudah mendapatkan teguran

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan, Herry Triyono Sabdo mempertanyakan apakah izin UKL UPL bisa ditinjau ulang atau dibatalkan, apabila bisa nanti surat tersebut bisa disampaikan ke DPRD agar Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan yang akan membawanya ke Provinsi Jawa Tengah agar bisa segera cepat untuk ditindakalanjuti. "Galian C ini perlu mendapatkan sikap tegas, apabila tidak nanti bukan galian C lagi, tapi yang ada gali," tandasnya.

Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir menambahkan, sembari menunggu proses tinjau ulang atas kajian izin UKL UPL, pihaknya meminta Satpol PP memasang tanda pengoperasian galian C di Desa Kutosari ditutup sementara.

Hal demikian sebagai langkah antisipasi supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti masyrakat bergerak sendiri. Apabila itu terjadi, maka merepotkan, untuk itu sebagai jalan tengahnya, Satpol PP memasang tanda pengoperasian galian C di sana ditutup sementara. (i)

 

 

 

HUBUNGI KAMI

Sekretariat DPRD Kabupaten Pekalongan
Alamat Jl. Alun-alun Utara No.2
Kajen
Jawa Tengah
Kode Pos 51161
Indonesia
Telp : 0285-381928

: