Kegiatan Dewan

Pembahasan Draf Naskah Akademik Raperda Inisiatif DPRD tentang Penanggulangan HIV AIDS Berjalan Dinamis

KAJEN - Pembahasan draf naskah akademik Raperda inisiatif DPRD tentang Penanggulangan HIV AIDS antara Bapem Perda, Komisi D dan tim penyusun draf naskah akademik berjalan dinamis, sejumlah anggota Badan Pembuatan Perda (Bapem Peda) dan Komisi D secara bergantian menyampaikan saran, usulan dan masukan mengenai poin penting di dalam pembahasan naskah akademik raperda tersebut.

Seperti yang dilakukan Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan, Moch Nurkholis mengusulkan agar di dalam judul raperda dibahas itu ditambah dengan kata Tuberculosis (TB). Pasalnya, penyakit tersebut sama sama menular.Meski secara medis langkah penanganan dan pencegahan berbeda dengan HIV AIDS.



Namun, kata dia, berdasarkan masukan dari beberapa lembaga dan aktivis pencegahan penyakit menular yang ditemuinya, kampanye pencegahan penyakit TB juga memerlukan dasar regulasi sehingga ada landasan yuridis ketika melaksanakan program penanggulangan atau pencegahan.

"Hasil analisa saya penyakit TB, HIV AIDS juga banyak diderita oleh kalangan masyarakat kelas bawah. Dan penyebab utamanya adalah kemiskinan, untuk itu pemerintah harus hadir, karenanya saya usul agar judul raperda ditambah penanggulangan TB. Jadi tidak hanya HIV AIDS saja," paparnya.

Ketua Bapem Perda DPRD Kabupaten Pekalongan, Dodiek Prasetyo mengatakan, pembahasan draf naskah akademik tentang raperda inisiatif tentang penanggulangan HIV AIDS hasil usulan Komisi D DPRD ini sudah kali ketiga dilaksanakan.

Dari pembahasan awal, kata dia, memang sudah muncul usulan penambahan judul. Tapi dalam pembahasan selanjutnya disepakati bahwa judul raperda adalah penanggulangan HIV AIDS, sedangkan untuk Tuberculosis diatur dalam peraturan daerah terpisah.

"Persoalannya adalah pembahasan ini sudah diusulkan ke Bepem Perda 2017. Secara aturan apakah diperbolehkan adanya perubahan judul, atau harus dimulai sejak awal lagi dalam pembahasannya," terangnya.

Anggota Bapem Perda DPRD, Samsul Bachri, meminta agar raperda penanggulangan HIV AIDS ini tidak hanya membicarakan penanggulangan saja, tapi langkah-langkah pencegahannya juga harus diatur dalam raperda tersebut.

Sementara itu, penyusun draf naskah akademik raperda tersebut dari UNS, Tuhana menjelaskan, secara aturan hukum diatasnya memang ada perbedaan pemberlakuan antara penyakit tuberculois dan HIV AIDS. Sehingga ia menyarankan agar dipisah antara perda penanggulangan HIV AIDS dan TB.

Dinamisnya rapat kerja dengan agenda pembahasan naskah akademik raperda inisiatif DPRD tentang  penanggulangan HIV AIDS, terutama pada persoalan penambahan judul TB di dalam judul raperda yang belum mencapai titik temu, akhirnya pimpinan rapat Wakil Ketua Bapem Perda Edi Setyawan menghentikan rapat untuk ditindaklanjuti dengan konsultasi mengenai usulan penambahan judul tersebut.

 

 

 

HUBUNGI KAMI

Sekretariat DPRD Kabupaten Pekalongan
Alamat Jl. Alun-alun Utara No.2
Kajen
Jawa Tengah
Kode Pos 51161
Indonesia
Telp : 0285-381928

: