Kegiatan Dewan

Warga Suka Rela Sediakan Air Minum untuk Pekerja Pembangunan Tanggul Melintang

MEMUPUK rasa memiliki dari program pelaksanaan pembangunan yang fungsi dan tujuannya guna kepentingan orang banyak memang tidak mudah. Sosialiasi serta memberikan pemahaman kepada masyarakat dibutuhkan perjuangan.

Salah satunya yang dilakukan oleh Kepala Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, M Barok. Ia bersama jajarannya dibantu Pemerintah Daerah secara terus menerus memberikan pemahaman mengenai arti pentingnya pembangunan darurat tanggul melintang.



Malam hari sebelum pelaksanaan pembangunan tanggul darurat pekan lalu, ia bersama-sama warga mengadakan tasyakuran di Masjid Almukharom, Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto. Doa dan harapan pun dipanjatkan agar genangan rob atau air pasang laut yang melanda di desa yang berlokasi di wilayah pesisir Kota Santri tersebut segera teratasi.

"Pembangunan darurat tanggul melintang memang disambut gembira oleh warga. Sebab tanggul itu merupakan kunci untuk mengurangi arus air pasang surur laut ke wilayah pemukiman warga," kata M Barok.

Harapannya fungsi tanggul darurat yang sedang dibangun secara gotong royong bersama warga, TNI dan Polri ini bisa berfungsi maksimal. Meski tak maksimal, pihaknya sudah mengaku bersyukur dan berterimakasih sudah ada penanganan untuk mengatasi fenomena alam ini.

Pasalnya, apabila pembangunan darurat tanggul melintang bisa berfungsi maksimal, maka persoalan rob tiga desa lainnya yaitu Tegaldowo, Karangjompo dan Jeruksari dan desanya sedikit bisa teratasi. Sebab meluapnya air pasang memang sudah mengganggu aktivitas warga serta merusak fasilitas umum dan sosial di desanya.

Sebagai wujud dukungan nyata dari warga atas pelaksanaan pembangunan darurat tanggul melintang tersebut, warga secara suka rela membantu tenaga serta menyediakan air minum untuk para pekerja. Situasi itu wujud penerapan semangat gotongroyong.

Dukungan penanganan rob dengan bentuk pembangunan darurat tanggul melintang juga mendapatkan dukungan dari DPRD Kabupaten Pekalongan. Dukungan itu diberikan dalam bentuk menyetujui permohonan Bupati Pekalongan menambah alokasi dana tak terduga.

"Sebagaimana tugas dan fungsi pokok DPRD. Kami dari DPRD secara penuh mendukung penanganan daruat ini. Rob atau meluapnya air laut harus cepat ditangani, DPRD mendorong bupati untuk cepat melaksanakannya," tandas Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hindun.

Dengan tugas dan fungsi pokok yang dimiliki DPRD, kata Hindun, DPRD telah menyetujui permohonan dari Bupati Pekalongan Asip Kholbihi untuk melakukan penambahan dana tak terduga sebesar Rp 3 miliar, sebelumnya di penetapan anggaran dana tak terduga dialokasikan hanya Rp 3,5 miliar.

"Tambahan alokasi dana tak terduga ini mendahului perubahan, karena sifatnya darurat, maka DPRD menyetujui perhomonan bupati atas permohonan tersebut. Apalagi penggunaan dana itu untuk pembangunan darurat tanggul melintang guna penanganan rob," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro dalam laporan resmi pelaksanaan pembangunan darurat tanggul melintang menjelaskan, material yang digunakan untuk pembangunan darurat tanggul melintang berupa tanah urug, pancan glugu, bambu trucuk, dan waring penahan tanah. Kemudian akan disediakan mesin pompa air.

Adapun lebar dari batas tanggul kiri sampai kanan mencapai sembilan meter dengan panjang 495 meter. Kemudian tanggul sejajar tanggul kiri kali meduri selebar dua meter dengan panjang 750 meter melintang hingga batas pemukiman dan areal tambak.

"Pembangunan melibatkan unsur TNI, Polri dan masyarakat. Adapun waktu pelaksanaannya selama 90 hari kalender kerja," katanya. (i)

 

 

 

HUBUNGI KAMI

Sekretariat DPRD Kabupaten Pekalongan
Alamat Jl. Alun-alun Utara No.2
Kajen
Jawa Tengah
Kode Pos 51161
Indonesia
Telp : 0285-381928

: