Jalankan Tugas Konstitusi, Komisi B Pantau Pasar Darurat Kedungwuni

SEBAGAI wujud melaksanakan perintah Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah, terutama dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi, Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan, Selasa (7/8) melakukan kunjungan kerja ke Pasar Darurat Kedungwuni.
Kunjungan ke pasar sementara dari PasarĀ  Kedungwuni yang saat ini masih dalam proses pembangunan dalam rangka untuk memantau kondisi pasar darurat, terutama dalam sisi sarana prasarana dan memastikan para pedagang bisa menjalankan aktivitas ekonominya secara nyaman.
Sekira pukul 10.00 para wakil rakyat tiba di lokasi. Usai turun dari mobil mereka langsung menuju ke bagian dalam pasar darurat serta melakukan dialog serta meminta informasi dan masukan terkait kondisi pasar darurat yang sudah ditempati pedagang dalam beberapa pekan terakhir ini. Dalam pelaksanaan kunjungan kerja tersebuit, Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan didampingi oleh Kepala Bidang pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UMKM, Herri Panca.
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan yang memimpin kunjungan kerja itu, Saiful Bachri menjelaskan, setelah melihat secara langsung kondisi pasar darurat serta mendengar dari para pedagang Pasar Kedungwuni, ada beberapa masukan dan catatan kepada Pemkab Pekalongan agar menjadi perhatian demi kenyamanan para pedagang menjalankan aktivitas ekonominya di pasar darurat.
Sejumlah masukan dan catatan yang perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah di antaranya adalah persoalan draenase, infrastruktur penunjang, seperti kondisi jalan dan sebagainya. Menurutnya, kondisi draenase atau saluran air harus digarap dengan serius, supaya ketika musim hujan tiba, air hujan bisa mengalir dengan baik ke saluran air yang tersedia.
“Langkah demikian juga sebagai upaya antisipasi agar tidak terjadi genangan air di dalam pasar yang menyebabkan pasar becek, sehingga penjual dan pembeli tidak nyaman ketika melakukan aktivitas jual beli,” katanya.
“Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan juga akan mengawal agar pelaksanaan pasar darurat ini sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Dari sisi keamanan juga harus menjadi perhatian pemerintah daerah,” sambungnya.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Azizu Rochman menambahkan, pembangunan Pasar Kedungwuni sesuai jadwal yang diperolehnya adalah tiga tahun mulai tahun 2018. Maka, secara otomatis para pedagang pasar Kedungwuni akan menempati pasar darurat tersebut selama tiga tahun.
Untuk itu, lantaran waktu penempatan pasar darurat cukup lama, maka sarana dan prasarannya harus diperhatikan secara serius. Salah satunya adalah fasilitas umum dan fasilitas sosialnya. Salah satu fasilitas umum yang perlu menjadi perhatian adalah akses jalan di kawasan pasar darurat yang belum diaspal. Kondisi jalan di sana masih berupa tanah dan bebatuan. Selanjutnya adalah fasilitas sosialnya yaitu tempat untuk beribadah, seperti mushala.
“Rute dari angkutan umum juga perlu diatur agar bisa sampai ke kawasan pasar. Sebab masih banyak baik pedagang maupun penjual yang mengeluhkan angkutan umum tidak bisa sampai ke kawasan pasar, hal itu menyebabkan distribusi barang mengalami hambatan dan pembeli ada yang enggan belanja ke sana karena angkutan tidak sampai ke sana,” ungkapnya.
Berdasarkan pengamatan dan informasi yang dia peroleh, masih ada pedagang yang tidak memiliki surat izin penempatan (SIP) Pasar Kedungwuni, yang belum pindah ke pasar darurat. Untuk menampung mereka, pemerintah daerah telah menyediakan lahan. Namun untuk bangunan lapak daruratnya pemerintah tidak menyediakan, pedagang harus mengeluarkan biaya sendiri.
Hal serupa juga disampaikan Kepala Bidang Pasar pada Disperindagkop UMKM Kabupaten Pekalongan, Herri Panca. Menurutnya, pemerintah daerah telah menyediakan lahan untuk para pedagang yang belum mendapatkan tempat di pasar darurat.
Berdasarkan data yang ada, jumlah pedagang yang terdaftar mencapai 1.638 penjual. “Ke depan kami akan melakukan penataan dan meminta bantuan kepada para pedagang yang sudah lama berjualan di Pasar Kedungwuni untuk membantu mengidentifikasi apakah betul atau tidak orang yang menempati pasar darurat sekarang ini merupakan pedagang di pasar kedungwuni,” ujarnya. (ii)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *