Ketua DPRD Dukung Pengaturan Sirkulasi Pembuangan Limbah

KAJEN – Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Dra Hj Hindun MH mendukung langkah eksekutif mengatur sirkulasi pembuangan limbah dan pihaknya memberikan dukungan pembuatan aturan sirkulasi pembungan limbah.

Dukungan itu disampaikan ketika bersama sama dengan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi yang didampingi Sekda Mukaroma di sela sela meninjau pembangunan instalasi pengelolaan limba tinja (IPTLT) di Wiradesa, baru-baru ini.

“Tentu bagus untuk menjaga kebersihan lingkungan masyarakat di kabupaten pekalongan, apalagi ini limbah keluarga, disediakan pemerintah agar lingkungan bisa lebih baik. Nanti sirkulasi diatur supaya lebih baik dan tertata rapi,” kata dia.

Sebagaimana diketahui Pemerintah Kabupaten Pekalongan membangun Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPTL) di wilayah utara Kota Santri, meliputi Tirto, Wiradesa, Wonokerto, dan Siwalan, melalui anggaran APBN 2018, Rp 5,3 miliar.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, didampingi Sekda Mukaromah Syakoer, meninjau progres pekerjaan IPTL bersama jajaran Pemkab Pekalongan. Bupati mengatakan sesuai komitmen pembangunan Kabupaten Pekalongan, pembangunan IPTL merupakan upaya menjadikan daerah sehat bersih.

“Nanti limbah rumah tangga dikelola, sekarang ini kan puluhan tahun untuk tinja tidak disedot. Nanti ada siklus untuk penyedotan masal, kemudian dimasukkan dalam IPTL untuk diolah. Mobilisasinya akan diatur, yang jelas sekarang infrasturkturnya sudah ada,” kata bupati.

Hasil akhir dari pengolahan limbah tersebut akan menjadi kompos, dan kembali dapat dimanfaatkan untuk tanaman, sehingga nanti ada siklus pembuangan, pengolahan, kemudian menjadi kompos, serta manfaatnya.

“Kalau kumuh, tinja tidak diurusi, bagaimana masyarakat bisa berperilaku hidup sehat. Jadi infrastruktur hidup bersih dan sehat disikapi secara serius, dan memadai. Rencananya ada lima titik dan dikembangkan ke seluruh kawasan,” tandas Asip.

“Penanganan kawasan kumuh dilakukan dengan Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK), yang sudah disebar di hampir 25 titik di Kabupaten Pekalongan, bahkan sekarang masuk dalam lomba habitat penanganan lingkungan provinsi Jawa Tengah, serta menjadi Kota Adipura,” tandas Asip. (i)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *