Ketua DPRD Hadiri HUT Kopri di Alun-alun Kajen

KAJEN – Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra Hj Hindun MH turut serta menghadiri peringatan HUT Kopri ke-47 yang digelar di Alun-alun Kajen. Kegiatan peringatan Kopri tersebebut dipimpin langsung oleh Bupati Pekalongan.

Kegiatan itu juga diwarnai pemecahan rekor Muri, apem terbanyak, di Jalan Raya Mandurorejo Kajen, Kamis (29/11/2018) pagi. Pada acara itu, makanan lokal khas daerah Kesesi, Kabupaten Pekalongan terbuat dari tepung beras dan gula merah, serta terkenal di Kabupaten Pemalang, berhasil disajikan dengan jumlah 17.500 apem.

Manajer Muri, Aryani Siregar, menyatakan bahwa jumlah tersebut memecahkan rekor sebelumnya, yang pernah diraih daerah Sleman sebanyak 15.225. “Di Kabupaten Pekalongan ini, kami dari Museum Rekor Indonesia (Muri) sudah beberapa kali memberikan rekor, diantaranya adalah perempuan berkebaya terbanyak, dan nasi megono terbanyak, sekarang apem terbanyak,” kata bupati.

Usai menerima piagam rekor dari Muri, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan, bahwa kegiatan dalam rangkaian gathering HUT Korpri di Kota Santri, mengangkat ‘local food’ atau makanan tradisional khas, sebagai kekayaan, salah satu potensi desa.

Makanan yang diproduksi masyarakat di Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan itu, memiliki simbol masyarakat pemaaf, karena apem diambil dari kata bahasa Arab afwan atau memaafkan. “Karena lidah Jawa, akhirnya dikenal dengan sebutan apem. Makanan ini dari daerah kita, tapi juga terkenal di daerah tetangga,” tandas Asip.

Disebutkan, Apem juga memili filosofi nilai budaya tinggi di masyarakat, dan biasanya disajikan saat perayaan ritual budaya, serta hari besar atau hari raya. Namun sekarang disajikan sebagai makanan khas serta oleh-oleh.

Dengan memunculkan kekayaan lokal yang ada di daerah, diharapkan ASN juga peka terhadap nilai-nilai kearifan lokal, serta menjadikan potensi sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pembangunan, serta kemakmuran masyarakat.

“Karena sekarang ini potensi-potensi sedang menjadi perhatian, dan digemari oleh masyarakat di era milenial. Dan Kabupaten Pekalongan kaya akan itu, serta diharapkan mampu dikelola dengan baik, juga dikembangkan,” terang dia.(ii)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *