Komisi A DPRD Soroti Soal Keterlambatan Perekaman KTP Elektronik

KAJEN – Sebanyak 6.280 warga Kecamatan Kesesi belum melakukan perekaman EKTP. Jumlah tersebut ternyata paling tinggi dibandingkan 18 kecamatan lainnya. Untuk itu, Komisi A DPRD Kabupaten Pekalongan meyoroti keterlambatan perekaman dengan melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Kesesi, kemarin.

Rombongan Komisi A DPRD Kabupaten Pekalongan dipimpin langsung oleh, Masbuin didampingi anggota lainya M Kenedi, Mudiyanto, Muhtarom dan lainnya. Komisi A DPRD ditemui oleh PLt camat Kesesi, Usi Pusiana, Sekdin Dukcapil, Bambang supriyadi, PPK Kesesi, Rois dan sejumlah staf kecamatan dan kades.

Dalam kesempatan itu, Masbuin mempertanyakan permasalahan yang dihadapi oleh petugas adanya keterlambatan perekaman EKTP.

“Kedatangan kami ingin mengetahui secara pasti permasalah yang dihadapi, kenapa wilayah Kesesi paling banyak warga yang belum melakukan perekaman EKTP. Dengan begitu, permasalahan bisa diselesaikan tepat waktu,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Plt Camat Kesesi, Usi Pusiana mengakui bahwa Kesesi merupakan jumlah terbanyak warga yang belum melakukan perekaman EKTP.”Untuk memenuhi target perekaman kini petugas sudah menjadualkan jemput bola dengan mendatangkan alat dan petugas ke desa- desayang dimulai hari ini (7/3)di Desa Podosari,” terangnya.

Sekdin Dukcapil Kabupaten Pekalongan, Bambang suptiyadi menyatakan bahwa warga yang belum merekam KTP Elektronik berjumlah 6.280. Itu terdiri dari dua komponen yaitu orang yang mantap dan yakin belum merekam 3.117. Kemudian yang ragu- ragu sejumlah 3.163, maka kalau boleh ditafsirkan ini berarti data jumlah 6.280 nanti setelah dicek akan turun dan tidak akan tambah.

“Jadi jumlah 6.280 ini tidak akan tambah karena sudah limitatif terakhir, orang yang mantap namun belum terekam. Kemudian yang ragu-ragu ini pada saat ditanya (anaknya di perantauan) ke rumahnya anggota keluarga tidak mengetahui sudah tidaknya melakukan perekaman,” terangnya.

Kemudian lanjut dia, dari hasil rapat dengan KPU dengan asisten I, Staf Ahli, intinya bagaimana menyelesaikan sisanya itu. Untuk itu ada dua cara Capil sudah melakukan jemput bola sejak 2 oktober. Jadi Dirjen belum perintah, namun sudah dilaksanakan.

“Jadi tugas kita menyelesaikan itu, nah Dukcapil kami sudah menurunkan begitu melihat Kesesi jumlahnya banyak saya langsung menurunkan alat dan petugas karena jumlahnya masih banyak mencapai 6 ribu dan itu bisa cepat dengan tuntas. Ternyata Bu Esi (plt Camat Kesesi) sudah melangkah dan hari ini dimulai karena Bu sekda sudah memerintahkan
kemarin agar Camat, PPs dan Pak Lurah itu menjadualkan ulang, kemudian yang paling berat jangan beralasan orangnya berada di Jakarta karena nanti akan dikejar. Kalau jadual ulang tak ada ditempat maka saya tidak beban biarkan saja, namun Pak Lurah harus membuat surat keterangan menyatakan yang bersangkutan sudah berapa tahun tak ada di tempat meskipun itu orang Pekalongan jadi nanti tidak ada alasan lagi,” paparnya.

Kekuatan alat perekaman, lanjut dia, dalam sehari itu paling banyak 100, sehingga yang ngetik kelelahan. Karena hanya 100, disini hanya ada 1 alat diselesaikan beberapa hari ini waktunya tidak cukup, kalau kurangnya 6000 berarti butuh waktu 60 hari, sedangkan oleh KPU diberi waktu sampai 6 april 2018. Jadi setidaknya alatnya harus 2, tinggal
orang bisa didatangkan.

“Kami sudah sepakat dengan petugas didaerah atas yang kurangnya tinggal ratusan maka saya minta untuk turun ikut membantu perekaman,” imbuhnya.

Sementara PPK Kesesi, Rois menyampaikan bahwa dari hasil coklit yang dilakukan 107 petugas di masing-masing TPS terbagai di 23 desa. Kemudian diturunkan petugas sebanyak 107 yang diselesaikan pada tanggal 20 Januari kemarin. “Jadi yang disampaikan Pak Bambang Capil itu benar adanya perbedaan dengan kami, karena kami mencatat pemilih yang lahir tanggal 27 juni 2001, otomatis data pak bambang belum ke update namun kalau saya sudah karena kenapa,lahir tanggal 27 juni 2001 ini sudah masuk dalam pemilih pemula bagi kami, sehingga DPT itu mencatat angka yang kelahiran itu,”
terangnya.(ii)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *