Pembangunan Jembatan Kaligenteng Dialokasikan Rp 18 Miliar

KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyampaikan pembangunan daerah atas tetap menjadi perhatiannya. Hal itu dibuktikan dengan teralokasikan anggaran sebesar Rp 18 miliar dari APBD Provinsi Jawa Tengah untuk pembangunan jembatan Kaligenteng Kandangserang.
Jembatan tersebut merupakan penghubung warga di daerah perbatasan yaitu di Kecamatan Kandangserang dengan Kabupaten Pemalang.  “Untuk pembangunan daerah atas, saat ini kami masih menyelesaikan pembangunan Jembatan Kaligenteng Kecamatan Kandangserang terlebih dahulu,” katanya, dalam kesempatan menghadiri Rapat Paripurna dengan agenda persetujuan bersama APBD Perubahan 2018, di ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Pekalonga, kemarin.
“Kita re-tender dan saat ini sudah ada pemenangnya, insya Allah akhir tahun ini selesai. Untuk pembangunan Jembatan yang menghubungkan Desa Luragung Kecamatan Kandangserang dengan Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, akan dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2019 dengan anggaran Rp 18 milyar,” tera Bupati.
Dalam rapat paripurna tersebut, Bupati didamping Wakil Bupati Arini Harimurti, bersama Ketua DPRD Hindun, dan ketiga Wakil Ketua yaitu Kundarto, Nunung Sugiantoro dan Achmat Khozin bersama-sama menandatangani Raperda sebagai wujud persetujuan bersama.
Di hadapan para wakil rakyat, Bupati menyampaikan informasi pembangunan-pembangunan yang telah, sedang dan akan dilakukannnya pada tahun 2018 ini. Menurutnya, ada beberapa skema program pembangunan langsung dari APBN  di antaranya pembangunan Pasar Doro sebesar Rp 6 milyar, Sarpras Pertanian sebesar Rp 1,7 milyar, Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) terbesar se Jawa Tengah yakni Rp 21 milyar dan  IPLT (Instalasi Pengelolaan Limbah Tinja) Rp 6 milyar, yang akan dibangun di Kelurahan Bener Kecamatan Wiradesa dan akan disambungkan menjadi biogas untuk dinikmati masyarakat sekitar.
Kemudian pembebasan lahan untuk pembangunan tanggul Rob, sharing dari APBN sebesar Rp 30 milyar dan sharing dari APBD Kabupaten Pekalongan sebesar Rp 5 milyar, Infrastruktur untuk penanggulangan rob yakni pembangunan Tanggul Rob, kita mendapatkan dana APBN Rp 489 milyar, Pamsimas, Pemkab Pekalongan mendapatkan bantuan APBN sebesar Rp 4,9 milyar untuk 20 desa.
Selanjutnya Pembangunan Rusunawa, mendapat bantuan APBN sebesar Rp 13 milyar untuk dua lokasi “Kita juga mendapatkan bantuan dana dari APBN untuk program Rehabilitasi Rekonstruksi sebesar Rp 20 milyar. Dan kita satu-satunya yang mendapatkan bantuan tersebut. Dana ini untuk memperbaiki kawasan-kawasan yang terkena rob dan daerah-daerah terkena bencana,” paparnya.
“Sebenarnya masih banyak bantuan-bantuan dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi, dari berbagai bidang seperti pendidikan dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa geliat pembangunan yang kita laksanakan pada tahun ini, insya Allah sudah mulai dirasakan oleh masyarakat,” ucap Bupati.
“Saya review sedikit, untuk penguatan infrastruktur saja kita mendapatkan anggaran dari APBN sebesar Rp 180 milyar lebih sampai anggaran Perubahan ini. Belum bidang yang lainnya,” sambungnya.
Disamping itu, kata Bupati, saat ini Pemkab Pekalongan sedang menyelesaikan pembangunan proyek-proyek strategis, antara lain pembangunan Gedung UMKM, pembangunan pasar-pasar. Bupati mengharapkan kita semua melakukan pengawasan pembangunan proyek-proyek tersebut agar berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
“Untuk itu, kami selaku pengemban amanat rakyat Kota Santri, mohon dukungan dan doa dari seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pekalongan agar kami selamat dunia akhirat,” harap Bupati Asip Kholbihi. (ii)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *