Pemeliharaan Data Pemilih Pemilu Dilakukan sebanyak Dua Tahap

KAJEN – Dalam penentuan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, seperti pemutakhiran, pemeliharaan dan sebagainya. Dengan begitu, diharapkan data pemilih pemilu yang dihasilkan memiliki tingkat kevalidan yang jelas dan penyusunannya tidak menabrak aturan.

Ketua KPU Kabupaten Pekalongan, Mudasir menerangkan, sehubungan dengan data pemilih untuk Pemilu 2019 baik Pileg maupun Pilres, sumbernya adalah data DPT murni pemilu terakhir dalam hal ini Pilgub Jawa Tengah 2018. Data tersebut diperoleh dari KPU RI. Kemudian ditambah dengan data pemilih pemula yang pada pelaksanaan pemilu usianya sudah 17 tahun.

“Data DPT Pilgub kami dapatkan dari KPU RI. DPT Pilgub 2018 itu murni atau bukan hasil perbaikkan, sedangkan data pemilih pemula diperoleh dari dinas terkait dalam hal ini Dinas Dukcapil,” jelas Mudasir, dalam siaran persnya di ruang kerjanya, Senin (13/8).

“Tahapan selanjutnya adalah setelah mendapatkan data DPT pemilu terakhir dari KPU RI dan data pemilih pemula dari Dukcapi. Langkah selanjutnya dilakukan verifikasi oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP),” sambungnya.

Menurutnya, dari data yang diperoleh disebut masih mentah, sehingga masih dimungkinkan terdapat nama ganda, orang yang meninggal tapi masih tercatat dan sebagainya. Untuk itu dilakukan verifikasi oleh petugas.

Tak hanya melakukan verifikasi, sebelum ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap, KPU Kabupaten Pekalongan telah menetapkan daftar pemilih sementara hasil perbaikkan tahap pertama.

Tujuan ditetapkan DPSHP tahap pertama adalah sebagai langkah untuk memberikan ruang kepada masyarakat guna menyampaikan masukkan apakah terdapat data ganda, orang yang meninggal masih tercatat, atau orang yang sudah memiliki KTP elektronik tapi belum terdaftar.

“Tahapan ini kami sebut sebagai ujid publik dari DPSHP tahap pertama. DPSHP tahap pertama 22 juli 2018 dengan jumlah total 722.765 terdiri atas 364.328 pemilih laki-laki dan 358.437 pemilih perempuan. Pada tahap ini masyarakat diberi ruang untuk memberikan masukan apakah masih ada masyarakat Kabupaten Pekalongan yang belum masuk dalam DPSHP tahap pertama tersebut,” kata dia.

Setelah batas waktu yang ditetapkan habis dalam uji publik dari DPSHP tahap pertama, KPU Kabupaten Pekalongan juga kembali akan menetapkan daftar pemilih sementara hasil perbaikkan tahap kedua pada 21 Agustus 2018. Dengan begitu, pemeliharaan atau perbaikkan data pemilih pemilu, kata dia, dilakukan dalam dua tahap. Yaitu DPSHP jilid pertama dan DPSHP jilid kedua, sebelum data tersebut ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT).

“”Tentu KPU Kabupaten Pekalongan mengucapkan terimakasih kepada Panwas dan semua elemen masyarakat baik insan media maupun masyarakat secara umum dalam hal memberikan masukan berkaitan data pemilih pemilu ini. Masukan ini menjadi bekal kami dalam menyusun data pemilih pemilu agar lebih baik. Kami akan berusaha agar data pemilih pemilu ini akan lebih baik dari waktu ke waktu. Kami juga sudah menindaklanjuti masukan dari masyarakat dan Bawaslu Kabupaten Pekalongan,” paparnya. (i)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *