Penghayatan Terhadap Nilai-nilai Budaya Mutlak Dilakukan

KAJEN – Tidak dapat dipungkiri pesatnya pembangunan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat yagn diiringi dengan persebaran nilai-nilai baru serta ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan tradisi terdesak atau terdegradasi.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi Merah Putih, Sri Endang Pramitha, dalam kata akhir pengesahan empat raperda yang meliputi Raperda Pelestarian dan Pengembangan Adat Istiadat dan nilai sosial budaya masyarakat, raperda penyelenggaraan kepariwisataan, pembagunan kawasan pedesaan dan raperda perusahaan umum daerah air minum Tirta Kajen, baru-baru ini.

Menurutnya, agar hal itu tidak terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, maka penghayatan terhadap nilai-nilai budaya mutlak dilakukan. “Penyusunan raperda ini merupakan langkah logis yang dilakukan oleh Pemkab Pekalongan dalam upaya pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan sosial budaya dari ancaman globalisasi,” katanya.

Untuk itu, lanjut dia, Fraksi Merah Putih menyambut baik atas penyusunan raperda ini. Ada beberapa hal yang perlu ditekankan dalam raperda ini. Di dalam raperda ini telah disinggung mengenai lembaga ada. Harapannya lembaga adat ini mampu menjadi motor terdepan dalam mengayomi masyarakat, terutama untuk meminimalisir terjadinya gesekan antarkelompok masyarakat.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Azizu Rochman pada berkaitan dengan Raperda Tentang Pelestarian Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai Sosial Budaya Masyarakat mengharapkan, dengan disahkannya raperda ini bisa menjadi pedoman untuk mengupayakan langkah selanjutnya terkait pelestarian budaya. Selain itu, diharapkan mampu mengembangkan nilai-nilai tradisional yang merupakan jati diri masyarakat Kabupaten Pekalongan.

Selanjutnya dari Faksi Partai Amanat Nasional yang dipimpin oleh Sofwan Sumadi mengatakan, berdasarkan peraturan menteri dalam negeri Nomor 52 Tahun 2007 tentang Pedoman Pelatihan dan Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai-nilai Sosial Budaya Masyarakat, upaya pelestarian dan pengembangan dimaksudkan untuk memperkokoh jati diri individu dan masyarakat dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan.

“Menurut hemat kami ada duia aspek pokok penting yang menjadi titik perhatian, pertama dalam rangka mencapai tujuan prioritas sebagai bagian dari rencana strategis pelestarian dan pengembangan adat istiadat ini harus menjadi “candu” yang memperkokoh dan masyarakat untuk mendukung kelancaran pemerintahan dan pembangunan. Kedua dalam rangka mencapai peningkatan kualitas ketahanan nasional dan kutuhan NKRI, mau tidak mau pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan nilai-nilai sosial budaya harus dilakukan,” tandas Sofwan Sumadi dalam kata akhirnya Fraksi PAN. (i)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *