Rob Ganggu Aktivitas Ekonomi Warga Jeruksari

KAJEN – Tergenangnya jalan utama Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan membuat aktivitas ekonomi warga di sana terganggu. Pasar tiban atau pasar dadakan y ang setiap hari Jumat digelar di sepanjang jalan utama desa tersebut selama dua pekan ini tutup.
Menurut Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Moch Nurkholis, padahal kegiatan pasar tiban yang ada ditiap hari Jumat menjadi salah satu pendorong kegiatan ekonomi masyarakat di Desa Jeruksari. Namun, lanjut dia, akibat rob yang menggenangi jalan utama desa, pasar dadakan tersebut tidak beroperasi atau tutup sementara.
“Biasanya setiap hari Jumat para pedagang menggelar barang dagangannya di sepanjang jalan utama Desa Jeruksari. Barang yang dijajakan pun beraneka ragam mulai dari pakaian, makanan dan aneka mainan anak-anak, namun akibat rob yang menggenangi jalan desa untuk sementara mereka (para pedagang) tidak bisa menjalankan aktivitas ekonominya di Desa Jeruksari,” kata dia, kemarin.
Dia mengharapkan pemerintah bisa membantu agar meninggikan jalan utama desa, sehingga akses ekonomi bisa kembali lancar serta kegiatan ekonomi masyarakat desa seperti pasar tiban bisa kembali berjalan, sehingga terdapat aktivitas ekonomi.
Sebagaimana berita sebelumnya, Hampir dua pekan terakhir jalan utama Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan tergenang air rob. Kondisi demikian menyebabkan aktivitas warga di sana sedikit terganggu terutama ketika warga hendak berangkat kerja dan anak pergi sekolah.
Berdasarkan penuturan warga Desa Jeruksari, Moch Nurkholis, kondisi tergenangnya jalan utama desa sudah terjadi hampir setengah bulan ini. Menurut dia, tergenangnya jalan desa menyebabkan jalur distribusi ekonomi menjadi terhambat.
“Banyak warung di desanya tidak laku lantaran jalan desa tergenang rob. Sejumlah sales pun saat ini ada yang tidak mau datang ke desa Jeruksari lantaran jalan tergenang air rob. Adapun ketinggiannya antara 10 sampai 40 cm,” kata Moch Nurkholis yang juga Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, itu.
“Warga di sini (Desa Jeruksari,red) tidak membutuhkan bantuan berupa mi instan atau semacamnya. Warga dan masyarakat Desa Jeruksari mintanya akses jalan yang digunakan untuk jalur berangkat kerja distribusi kegiatan ekonomi bisa lancar dilintasi dan tidak tergenang rob,” sambungnya. (ii)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *