Sosial

Komisi 2 DPRD Kabupaten Pekalongan Kunjungi Pasar Kedungwuni, Ini yang Dibahas

06 November 2020 Admin 45

KAJEN - Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan melakukan kunjungan kerja ke Pasar Kedungwuni. Dalam kunjungan ke Pasar Kedungwuni, Komisi II ingin melihat perkembangan pembangunan pasar. Selain itu juga, Pasar Kedungwuni yang masih dalam pembangunan ini dinilai rentan monopoli kios.Pasalnya, banyak pedagang yang mengantongi lebih dari satu Kartu Tanda Pemakai (KTP) atau Surat Izin Pemakai (SIP). Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan Saeful Bahri mengatakan, banyaknya pedagang yang mengantongi lebih dari satu KTP ini hal tersebut sangat tidak adil. Menurutnya, pembagian kios mestinya tidak menimbulkan monopoli. "Tadi sudah kami sampaikan ke dinas terkait agar satu kios nanti untuk satu pedagang." "Supaya pedagang lain juga merasakan pembangunan. Jangan sampai terjadi monopoli," kata Saiful kepada Tribunjateng.com seusai melakukan kunjungan ke Pasar Kedungwuni, Jumat(6/11/2020). Selain pembagian kios, pihaknya juga mempertanyakan kapan pasar baru tersebut dioperasikan. Sebab, banyak masyarakat yang telah menunggu pembukaan pasar tersebut.

Bangunan pasar kan juga sudah jadi. Jika tidak segera digunakan, bisa rusak sia-sia," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Pekalongan Hurip Budi Riyantini mengatakan, Total ada 1934 kios di Pasar Kedungwuni yang baru di bangun ini.

"Memang ada kelebihan kios dan ini lebih banyak dari jumlah pedagang yang tercatat. Karena, memang di antara mereka ada yang memiliki lebih dari satu KTP," katanya. 

Pihaknya mengungkapkan, jual-beli kios antar pedagang sudah terjadi sejak lama.

"Kami hanya mencatat jumlah pedagang berdasarkan KTP mereka."

"Jika tidak kami catat berdasarkan itu, mereka juga akan keberatan. Karena dulunya mereka membeli," ungkapnya.

Hurip menambahkan, pihaknya menyambut baik masukan dari Komisi II DPRD.

Menrutnya, masukan itu akan dibawa dan disampaikan ke jajaran pimpinan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

"Soal pasar Kedungwuni ini kan belum final. Masih ada beberapa tahapan. Masukan, itu nanti kami bawa ke pimpinan," ujarnya.

Saat disinggung mengenai kapan pasar Kedungwuni beroperasi, Hurip menuturkan, direncanakan pasar akan beroperasi pada Februari 2021.

"Kami masih harus menyelesaikan pembangunan jalan dan sarana serta prasarana yang lain. Kalau dipaksakan dipindah sekarang, pasar akan tidak nyaman."

"Pemindahan pedagang dari pasar darurat tidak akan dilakukan secara bertahap. Tetapi serentak," tuturnya. (*)

 




Scroll to Top