Wacana Ubah Pendopo Dikritik

Adam: Banyak Mall yang Tutup

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pekalongan mengkritisi wacana Pemkab Pekalongan yang akan merubah Pendopo Sekretariat Pemkab Pekalongan di Jalan Nusantara Nomor 1 Kota Pekalongan menjadi Mall atau Plaza Pekalongan.

Hal itu dikatakan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pekalongan, M Adam kepada Radar. “Memang itu gagasan bagus, namun saya tidak sependapat kalau pendopo itu diubah menjadi mall,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui inisiatif Pemkab Pekalongan memang baik. Namun lebih baik Pendopo tidak diubah jadi Mall. Sebab untuk saat ini banyak Mall yang tutup karena tergerus era teknologi. Sekarang transaksi penjualan semua sudah beralih ke online.

“Lah…sekarang ini banyak Mall atau plaza yang ditutup, contohnya Carefour, Mall Banjarsari, Sri Ratu itu harus menjadi pedoman,” katanya.

Seperti diketahui, adanya wacana pembangunan Plaza di tanah milik aset Pemkab Pekalongan yang berada di Kota Pekalongan, Pemda akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pekalongan.

Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi menegaskan bahwa rencana Pemkab akan membangun Super Mall Pekalongan Tower pada tahun ini. Untuk pembangunannya, pemerintah bakal memanfaatkan lahan seluas sekitar 2,6 hektare eks Pendopo Sekretariat Pemkab Pekalongan di Jalan Nusantara Nomor 1 Kota Pekalongan.

“Untuk pembangunan kami harus koordinasikan terlebih dahulu. Karena pendopo lama ada di tengah Kota Pekalongan. Namun Pemkab dan DPRD Kabupaten Pekalongan sudah menyetujui perencanaan tersebut,” terangnya.

Adapun pemanfaatan aset bangunan tersebut, tujuan utamanya adalah mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Pekalongan. Sebab, Pendopo itu merupakan aset pemerintah Kabupaten Pekalongan, selain RSUD Kraton yang ada di wilayah Kota Pekalongan.

Seperti diketahui, Pendopo lama aset milik Pemkab Pekalongan yang ada di Kota Pekalongan bakal dijadikan sebagai Pekalongan Plaza atau Pekalongan Tower. Demikian dikatakan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dalam sidang paripurna persetujuan bersama di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (11/2) siang.

Asip menuturkan, dalam mendongkrak perekonomian pemerintah akan membuka berbagai bidang baik pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan, pertambangan, sumber energi, properti perdagangan, pariwisata dan investasi.

“Semoga dengan adanya perusahaan umum daerah bisa berdampak langsung pada perekonomian Kabupaten Pekalongan,” katanya

Untuk meminta dinas terkait memetakan potensi dan aset yang dimiliki Kabupaten Pekalongan dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Untuk permulaan nanti akan kami bangun usaha pembuatan malam yang digunakan sebagai bahan batik, karena melihat potensi penggunaan malam yang mencapai ribuan ton setiap harinya,” jelasnya. (radarpekalongan)

Berita ini sudah tayang di radarpekalongan.co.id
https://radarpekalongan.co.id/60931/wacana-ubah-pendopo-dikritik/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *