Kegiatan Dewan

Dadi Kajen, Antara Simbol dan Semangat Membangun

 

 

 

PERJALANAN panjang Kabupaten Pekalongan meningkatkan kepekaan terhadap masyarakat (sense of crisis), rasa memiliki (sense of belonging) terhadap daerah yang memiliki julukan Kota Santri, dengan muara memunculkan rasa cinta dan bangga akan tanah tinggal dan tempat kelahiran, telah dilakukan pemerintah sejak memutuskan untuk memiliki pusat pemerintahan di daerah sendiri.

Read more: Dadi Kajen, Antara Simbol dan Semangat Membangun

Seni Lukis Bak Truk, Antara Sindiran dan Teguran

photo by archav.blogspot.comPutus cinta sudah biasa, putus rokok merana, putus rem…matilah kita
Tulisan ini sudah mirip rambu-rambu berjalan, mengingatkan kita untuk selalu hati-hati berkendara. Inilah seni yang ingin dipertunjukkan pelukis bak truk, sebuah perwujudan ekspresi diri secara bebas di ruang publik. Di jalanan.

Ya, ekspresi diri tak hanya terbatas dituangkan ke dalam bentuk karya musik, tulisan atau lukisan di media kanvas. Di tembok, dan di belakang bak
truk pun seni lukis itu terlihat. Budaya masyarakat pedesaan yang tinggal di kota dan menghadapi problematika kehidupan kota yang kejam ditengarai sebagai penyebab munculnya peradaban seni urban.

Seni itu melebur, menjelma ke dalam wujud street art (murral, grafitti) di sudut-sudut kota. Dan, satu yang menarik adalah seni lukis yang kerap terlihat di bagian belakang bak truk, di sepanjang jalan Pantura. Seperti kita tahu, lukisan di belakang bak truk sedikit banyak dipengaruhi sikap dan gaya hidup para sopir dan kernet truk yang terbiasa menjalani hari-harinya di jalanan.
Potret kehidupan itu digambarkan mereka begitu jujur. Bahwa kehidupan mereka keras, hanya berbekal pendidikan rendah, pasrah terhimpit beban ekonomi, dan perempuan sebagai objek seksual adalah makanan sehari-hari. Lukisan di bak truk sejatinya menampilkan pula tema keseharian masyarakat perkotaan dalam menghadapi permasalahan hidup, pun memuat isu-isu seputar ekonomi, budaya, sosial dan politik.

Salah satunya tema poligami yang masih jadi topik menyenangkan untuk dibahas. Jamak, mencerca keputusan memadu namun bersedia melakoni diam-diam. Pun, mengulik kehidupan janda yang masih dipersepsikan negatif oleh masyarakat.

Pesan disampaikan dengan kalimat bernada lucu, santai, menggelitik namun langsung tepat sasaran. Tanpa tedeng aling-aling. Tak jarang, pelukis bak truk menyelipkan pula filosofi dan motivasi diri. “ada uang abang disayang, tak ada uang abang kena tendang”, atau “roda macet ora ngliwet” .

Siapapun yang membaca boleh tersenyum, tersinggung dalam hati karena tersindir, atau tertawa lepas dan cukup menjadikan pesan berjalan itu sebagai pengingatan ke diri sendiri.

Perempuan dalam Lukisan Bak Truk

Lukisan bak truk tak bisa dilepaskan begitu saja dengan sosok perempuan. Di saat wanita Indonesia di jaman ini tengah memperjuangkan emansipasi, lukisan bak truk justru menjadikan perempuan sebagai makhluk kelas dua setelah laki-laki.

Bahkan, tak jarang lukisan bak truk menampilkan wanita yang terbagi dalam kasta. Wanita “baik-baik” dan wanita penggoda. Wanita penggoda di sini diklasifikasikan ke dalam dua kategori, janda dan Pekerja Seks Komersil (PSK).

Perilaku seks bebas tak dipungkiri kerap terjadi di kalangan supir truk. Kehidupan jalanan yang keras, jauh dari istri, sementara keinginan seksual yang begitu besar membuat mereka kerap melakukan rendezvous dengan Pekerja Seks Komersil (PSK) yang mereka jumpai di warung remang-remang di sepanjang jalan yang dilewati.

Tak perlu bingung, toh ada ruang sempit di belakang kemudi, atau di dalam bak truk – tempat yang bagi mereka adalah surga sesaat melepas hasrat untuk mendapat nikmat. Perilaku inilah yang lalu mereka ekspresikan ke dalam bentuk lukisan perempuan seksi.

Wujud sosok wanita setengah telanjang dengan pose menantang, serta pesan bertuliskan huruf kapital  di atasnya “Kutunggu jandamu” dalam seni lukis bak truk ini pula yang secara tidak langsung sebenarnya telah menghakimi wanita berstatus istri orang lain, yang gemar menggoda pria, sebagai wanita yang perlu diwaspadai. Hanya pantas menjadi sekedar keset. Cukup ditinggalkan di luar, karena kotor yang terbawa dari luar tak boleh dibawa masuk ke dalam rumah.

Ya, wanita “tidak baik-baik” memang tak selalu mendapat tempat di hati masyarakat, bahkan sosoknya harus puas, cukup jadi pajangan di belakang bak truk. Imbas dari stigma yang telanjur melekat di benak masyarakat. Menjadi sebuah pemakluman dan pembenaran saat dituangkan dalam bentuk seni yang bisa dinikmati siapapun. Dari kelas kasta tertinggi hingga terendah sekalipun.

Inilah seni, bisa begitu kejam. Mengingat apresiasi masyarakat terhadap sebuah karya tak bisa diganggu gugat. Penikmat seni sah-sah saja menjadi bagian dari tim juri. Mengkritisi, bahkan menyetujui apa yang telah mewujud menjadi karya. Pun, jika seni itu serupa lukisan di bak truk.

Sumber : http://blog.suaramerdeka.com/2012/12/27/seni-lukis-bak-truk-antara-sindiran-dan-teguran/

Pengertian Plagiat Dan Sanksi Bagi Plagiator

Stop Plagiat

Isu plagiat pada karya tulis maupun karya ilmiah yang berpekangaruh pada jenjang karir, dan sangki pidana menjadi perhatian yang sangat serius bagi kalangan kampus atua civitas akademika. Para dosen dan guru menyambutnya dengan positif karena hal ini sangat membantu untuk meningkatkan mutu dan kinerja proses pendidikan di Indonesia.

Sambutan positif dari masing-masing Universitas untuk meningkatkan kualitas dan mencegah dari tindakan plagiat, beberapa Perguruan tinggi mengadakan pelatihan dalam penulisan karya ilmiah dan penulisan penelitian yang mengundang profesor atau ahli untuk meningkatkan skill dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas serta motivasi melakukan pengembangan Ilmu pengetahuan sehingga keluaran dari perguruan tinggi tidak lagi menjadi konsumen Ilmu Pengetahuan dan hanya menjadi Intelektual yang berdiri dimenara gading.

Prinsip perguran tinggi dalam pencegahan plagiat diantaranya :

  1. Setiap perguruan tinggi mengemban misi untuk mencari, menemukan, mempertahankan, dan menjunjung tinggi kebenaran;
  2. Dalam memenuhi misi tersebut, mahasiswa/dosen/peneliti/tenaga kependidikan yang berkarya di bidang akademik di perguruan tinggi memiliki otanomi keilmuan dan kebebasan akademik;
  3. Dalam melaksanakan otonomi keilmuan dan kebebasan akademik, mahasiswa/desen/peneliti/tenaga kependidikan wajib menjunjung tinggi kejujuran dan etika akademik, terutama larangan untuk melakukan plagiat dalam menghsilkan karya ilmiah, sehingga kreativitas dalam bidang akademik dapat tumbuh dan berkembang;

Dari prinsip diatas maka tindakan plagiat merupakan hal yang harus dihindari, dikarenakan para penulis dan peneliti diharapkan mampu melakukan kreativitasnya secara mandiri dan melakukan pengembangan keilmuan yang berbasis pengetahuan dimasyarakat dan menemukan inovasi baru dalam pengembangan keilmuan yang tidak hanya melakukan rangkuman data atas temuan pengetahuan di lingkungan masyarakat. Sehingga dengan sendirinya mampu terhindar dari plagiat karya orang lain.

Pengartian plagiat

Plagiat adalah tindakan atau perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai menurut aturan penulisan karya ilmiah. Sedangkan Plagiator merupakan pelaku plagiat baik dilakukan secara perorangan atau kelompok. Tindakan plagiat dapat dikategorikan dalam tindakan kejahatan.

Sanksi Bagi Pelaku Plagiat atau Plagiator

Untuk sanksi bagi plagiator dapat dikenakan sanksi yang ringan sampai kepada sanksi berat.

Sanksi Plagiat Bagi Mahasiswa

  1. Teguraran
  2. Peringatan Tertulis
  3. Penundaan pemberiah sebagian hak mahasiswa
  4. Pembatalan nilai satu atau beberapa mata kuliah yang diperoleh mahasiswa
  5. pemberhentian dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
  6. Pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
  7. Pembatalan ijazah apabila mahasiswa telah lulus dri suatu program

Sanksi Plagiat Bagi Dosen

  1. Teguran
  2. Peringatan tertulis
  3. Penundaan pemberian hak dosen/peneliti/tenaga kependidikan
  4. Penurunan pengkat dan jabatan akademik/fungsional
  5. Pencaubtan hak untuk diusulkan sebagai guru besar/profesor/ahli peneliti urama bagi yang memenuhi syarat
  6. Pemberhentian dengan hormat dari status sebagi dosen/peneliti/tenaga kependidikan
  7. Pemberhentian dengan tidak hormat dari setatus sebagai dosen/peneliti/tenaga kependidikan
  8. Pembatalan Ijazah yang diperoleh dari perguruan tinggi yang bersangkutan.

Lain Halnya ketika tindakan plagian dilakukan oleh orang yang menyandang guru besar/profesor/ahli peneliti utama. Sanksi yang akan diperoleh sanksi tambahan berupa pemberhentian dari jabatan guru besar/profesor/ahli peneliti utama oleh Menteri atau pejabat yang berwenang atas usulan perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau atas usul perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat melalui koordinator Perguruan Tinggi Swasta;

Demikian Tulisan infokampusonline.com tentang Pengertian Plagiat Dan Sanksi Bagi Plagiator yang diambil dari sumber : Peraturan Mentri Pendidikan Republik Indonesia No. 17 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat Di Perguruan Tinggi. Semoga Bermanfaat.

Untuk Download Peraturan Mentri Pendidikan Republik Indonesia No. 17 Tahun 2010, silahkan Klik DOWNLOAD Disini

HUBUNGI KAMI

Sekretariat DPRD Kabupaten Pekalongan
Alamat Jl. Alun-alun Utara No.2
Kajen
Jawa Tengah
Kode Pos 51161
Indonesia
Telp : 0285-381928

: