Kegiatan Dewan

Raperda Tuberculosis Dipublichearingkan

 

KAJEN - Berdasarkan profil data bidang kesehatan sejak 2014 tercatat 852 kasus tuberculosis di wilayah Kabupaten Pekalongan. Angka tersebut dinilai cukup banyak, untuk itu dibutuhkan kepedulian semua pihak.

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hindun di sela-sela membuka publik hearing Raperda tentang Tuberculosis di ruang sidang paripurna, Jumat (3/11) mengatakan, kasus tuberculosis di Kota Santri masih relati tinggi. Sejak 2014, ada 825 kasus TB. "DPRD memiliki fungsi membuat regulasi. Sebagai bentuk keprihatinan dengan menyusun raperda inisiatif tuberculosis," kata dia.

 

Menurut dia, penyusunan raperda inisiatif tuberculosis ini maksud dan tujuannya adalah untuk memberikan kepastian hukum secara komprehensif, partisipastif dan sebagainya. Kepedulian untuk menekan penyakit tuberculosis di Kota Santri ini merupakan tanggung jawab bersama, para stake holder.

Pada pelaksanaan publik hearing raperda inisiatif DPRD tentang tuberculosis juga menghadirkan sejumlah para pemangku kepentingan seperti Puskesmas, rumah sakit dan NGO yang bergerak soal tuberculosis. Keterlibatan mereka untuk memberikan masukan terhadap penyusunan raperda inisiatif, sehingga penyusunan raperda tersebut bisa sempurna. "Dalam penyelenggaraan pemerintah, termasuk penyusunan perda, diperlukan keterlibatan masyarakat, sehingga diharapkan bisa memdorong rasa memiliki raperda itu," tandas dia. (ii)

 

 

 

HUBUNGI KAMI

Sekretariat DPRD Kabupaten Pekalongan
Alamat Jl. Alun-alun Utara No.2
Kajen
Jawa Tengah
Kode Pos 51161
Indonesia
Telp : 0285-381928

: