Kegiatan Dewan

Tanggul Darurat Gotongroyong untuk Atasi 12 Ribu Jiwa yang Hidup Di atas Genangan Rob

KAJEN - Minggu (26/3) warga di Desa Mulyorejo memadati jalan utama desa di perbatasan antara Desa Mulyorejo dan Jeruksari.Tak seperti biasanya warga di sana memasang umbul-umbul dan berkumpul ramai di sana. Hal itu dilakukan sebagai wujud ekspresi kegembiraan lantaran pelaksanaan pembangunan darurat tanggul melintang yang berfungsi untuk mengatasi rob secara darurat terlaksana.
 
Sebagaimana diketahui rob melanda di desa itu, dan tiga desa di sebelahnya yaitu Desa Tegaldowo, Karangjompo dan Jeruksari bertahun-tahun harus bergelut dengan luapan air laut atau rob.

 

Upaya dan ikhtiar dari pemerintah telah banyak dilaksanakan, seperti membangun tanggul sungai meduri, menyediakan pompa air secara bertahap, tapi air rob tetap menerjang. Akibat terjangan rob sejumlah infastruktur jalan, rumah dan bangunan sekolah rusak. Areal sawah yang dulunya produktif kini tak bisa ditanam.
 
Asa pun muncul ketika Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mencetuskan gagasa agar di ujung utara desa dibuat tanggul raksasa. Gayung pun bersambut, apa yang direncanakan itu mendapatkan respons positif dari masyarakat.
 
Bupati bergerak cepat serta mengumpulkan jajarannya. Kunjungan ke lapangan dilakukan, kajian teknis dikerjakan. Meminta DPRD agar dana tak terduga alokasi dana tak terduga disampaikan. Kemudian perpanjangan status sebagai darurat bencana ditetapkan.
 
Hasilnya dengan sumber dana tak terduga dari APBD Kabupaten Pekalongan untuk membangun secara darurat tanggul melintang dilaksanakan pada Minggu 26 Maret 2017. "Tanggul raksasa ini saya namakan sebagai tanggul gotongroyong, karena pekerjaan melibatkan masyarakat, TNI dan Polri," ujarnya di sela-sela pelaksanaan ground breaking tanggul tersebut.
 
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, Bisri Romly mengatakan, berdasarkan rapat dengan pendapat dengan BNPB apabila rob terjadi secara terus menerus maka bisa disebut bencana. Tapi dengan catatan bupati menyatakan hal tersebut bencana.
 
Untuk itu, pihaknya mendorong pemerintah daerah agar bisa menangani rob. Dan selaku wakil dari dapil jateng X tentu akan membantu sesuai dengan tugas dan fungsi pokok sebagai legislator di Senayan Jakarta.
 
Rasa memiliki dari masyarakat, imbuh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi penting untuk disosialisasikan. Pasalnya, apabila rasa memiliki tak muncul bangunan tanggul tak dirawat dan dijaga. Untuk itu peranan masyarakat dalam proses pembangunan penting.
 
Ikhtiar penanganan rob tidak sampai di sini saja, setelah pelaksanaan pembangunan darurat ini, pihaknya bulan depan bersama Wali Kota Pekalongan dan Semarang diundang ke Roterdam University untuk berdiskusi dengan lembaga penanganan air di sana untuk membahas penanganan rob di Pekalongan dan Semarang. Jadi, lanjut dia, kedepan secara kajian teknis teknologi akan dibantu dari Belanda.
 
Rob, kata Asip Kholbihi telah menyebabkan kerugian yang cukup banyak, pada sektor pendidikan saja, berdasarkan hitung-hitungan kerugian yang muncul mencapai Rp 1,9 miliar. Angka itu belum termasuk kerugian infastruktur dan area pertanian.
 
"Dulu tambak di sini merupakan lahan pertanian. Dan harapan saya ke depan akan kembali lagi menjadi lahan pertanian sawah," harapnya.
 
Ia juga meminta kepada Anggota Komisi VIII DPR RI, dari Fraksi PKB Bisri Romly untuk membantu mengkomunikasikan kepada BNPB pusat mengenai apa yang terjadi di Kabupaten Pekalongan, terutama soal rob. Pasalnya salah satu mitra kerja dari Komisi VIII adalah BNPB. "Kita sudah usulkan dana rehabilitasi dan rekonstruksi BNPB sebesar Rp 20 miliar," katanya.

Pada acara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hindun juga hadir serta bersama-sama dengan Forum Kepala Pimpinan Daerah Kabupaten Pekalongan, seperti Kapolres, Dandim Kodim 0710 Pekalongan melakukan pematokan trucuk bambu sebagai siambol dimulainya pembangunan darurat tanggul melintang di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto. (ii)


 

 

 

HUBUNGI KAMI

Sekretariat DPRD Kabupaten Pekalongan
Alamat Jl. Alun-alun Utara No.2
Kajen
Jawa Tengah
Kode Pos 51161
Indonesia
Telp : 0285-381928

: