Sosial

DPRD Kabupaten Pekalongan Minta Penerapan New Normal Diselaraskan dengan Provinsi

03 Juni 2020 Admin 555

KAJEN – DPRD Kabupaten Pekalongan melakukan rapat gabungan dengan tim gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kabupaten Pekalongan dalam rangka persiapan penerapan era New Normal di Kabupaten Pekalongan. Rapat gabungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hindun di Gedung Paripurna, Rabu (3/6/2020).

Para wakil rakyat sendiri meminta penjelasan kepada tim gugus tugas terkait dengan persiapannya bagaimana serta tahapannya seperti apa, tentunya harus ada langkah-langkah yang jelas dalam kesiapan tersebut jika dilakukan penerapan new normal.

Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan dari Fraksi PKB, Abdul Munir menanyakan apa yang akan dilakukan oleh masing-masing OPD dalam persiapan new normal. Analisa kebutuhan anggaran dalam penerapan new normal itu bagaimana serta teknis persiapan new normal dalam pelayanan umum untuk masyarakat seperti apa, dalam dunia pendidikan dan ibadah juga seperti apa.

“Saya meminta kepada Pemkab Pekalongan agar persiapan penerapan new normal itu harus dijelaskan dengan detail, jangan hanya normatif saja seperti menghimbau memakai masker dan melakukan social distancing. Harus lebih mendetail agar masyarakat bisa mengerti lebih jelas demi keselamatan jiwa karena pandemi COVID-19 ini belum berakhir,” jelas Munir.

Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan dari Fraksi PDI Perjuangan, Sumar Rasul juga meminta penjelasan terkait dengan status kedaruratan di Kabupaten Pekalongan. Karena secara umum saja di Jawa Tengah belum siap untuk dilaksanakan new normal dan hanya satu kota saja yang diperbolehkan secara nasional yakni Kota Tegal.

Terkait dengan pemahaman new normal sendiri banyak masyarakat yang terlalu mengerti jelas apa itu new normal. Harus ada sosialisasi yang matang kepada masyarakat. Juga jangan sampai OPD berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang jelas tentang penerapan new normal.

“Mohon diselaraskan dahulu pemahaman new normal dan schedul penerapan harus disesuaikan dengan Pemprov agar selaras di Jawa Tengah, jika semua sudah disiapkan baru tinggal dijalankan,” terangnya.

Sementara itu, Asisten satu Pemerintahan dan Kesra, Totok Budi Mulyanto yang datang dalam rapat gabungan tersebut guna mewakili Sekda mengatakan bahwa persiapan new normal ini masih dibahas, disiapkan dan dalam proses. Karena new normal ini sesuatu yang baru sehingga baik semua bidang baik itu ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial dan keagamaan masih mempersiapkan untuk itu, sehingga saat ini belum memberlakukan new normal, tetapi tahapan yang lain itu sudah mulai sedikit-sedikit diberlakukan.

Untuk sosialisasi pelaksanaan new normal di Kabupaten Pekalongan memang belum dilakukan karena masih dipersiapkan. Misalnya pendidikan itu masuk fase ketiga pertengahan juni, ini juga masih mempersiapkan. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan bahwa kenaikan kelas para siswa dan orang tua wali tidak perlu hadir ke sekolah.

“Tinggal membuka laman website untuk mengetahui kelulusan sehingga menghindari kerumunan di sekolahan,” ujarnya.

Bidang kesehatan pun juga begitu, pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan penuh, hanya saja diwajibkan memakai masker dan mengikuti protokol kesehatan seperti melakukan social dan physical distancing di area rumah sakit ataupun di puskesmas.

“Untuk pendaftaran pasien rawat jalan harus dilaksanakan melalui online seperti di RSUD Kajen, tempat duduk juga sudah diatur agar tidak berdekatan dan dikasih jarak minimal 1 meter,” tukasnya.

Terkait dengan pariwisata. Totok menerangkan bahwa sebelum rapat sudah komunikasi dengan kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pekalongan bahwa intinya pariwisata di Kabupaten Pekalongan itu belum dibuka. Namun demikian dari dinas terkait sudah memberikan sosialisasi kepada pengelola wisata di Kabupaten Pekalongan. “Seperti protokol kesehatan harus ditaati termasuk rumah makan yang ada disekitar tempat wisata kalau sudah buka harus menata tempat duduknya harus ada jarak dan rute keluar masuknya jangan bersamaan,” pungkasnya.

Untuk yang berhubungan dengan keagamaan, memang banyak masukan dari takmir masjid bagaimana menjalankan ibadah di era new normal. Khususnya tentang sholat jumat apakah tetap dilaksanakan dimasjid atau dirumah. “Sesuai dengan maklumat Bupati agar tetap dilakukan dirumah dulu sampai menemukan formula yang baik dan aman karena akan segera dirapatkan,” tandasnya.




Scroll to Top