Sosial

Komisi III DPRD Kabupaten Pekalongan Minta Disepanjang Sungai Mrican Disediakan Kontainer Sampah

09 Juni 2020 Admin 19

WONOKERTO – Komisi III DPRD Kabupaten Pekalongan melakukan kunjungan kerja dan pemantauan ke tanggul melintang yang berada di daerah Wonokerto sampai Jeruksari, Selasa (9/6/2020).

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pekalongan, Catur Andriansyah mengatakan bahwa dari hasil kunjungan dilapangan memang saat ini daerah selatan dari tanggul ada perbedaan yang luar biasa. Sebelum adanya tanggul, mereka terbiasa dengan rob, apalagi disaat seperti ini yang gelombang air laut tinggi bisa tertangani dengan baik berkat adanya tanggul.

“Kami sangat mengapresiasi pembuatan tanggul melintang yang sudah jadi ini, perbedaanya dari utara tanggul dan selatan tanggul sangat berbeda,” ujarnya.

kemungkinan juga pada tahun ini akan dibangun pompa air tepatnya di aliran sungai mrican. Dari Pemda sendiri juga sudah melakukan normalisasi sungai sampai desa Bebel dan tahun depan akan disambung lagi sampai ke tanggul. “Kemungkinan ditahun 2022 penataan untuk saluran air yang menghubungkan dengan tanggul akan berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Catatan dari Komisi III setelah pantauan ke daerah Wonokerto, mengusulkan agar Dinas Perkim LH untuk meninjau terkait sampah. “Kami merekomendasikan agar di Wonokerto Kulon sepanjang sungai mrican itu dibuat kontainer sehingga warga membuang sampah tidak ke sungai,” usulnya.

Tentang budaya masyarakat sekitar yang sebelumnya membuang sampah di sungai tentunya juga dari Dewan menginstruksikan agar sampah dibuang dikontainer dan dikelola dengan baik sehingga tidak menimbulkan masalah dikemudian hari agar tanggul ini bisa berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami dari Komisi III merasa sangat senang dan bangga atas pembangunan tanggul di Kabupaten Pekalongan ini, Manfaatnya banyak sekali,” tandasnya.

Terkait dengan persediaan air bersih dari komisi III mengharapkan bagi PDAM jangan sampai menambah permasalahan baru dengan hanya mengandalkan sumur dalam, harus cari sumber air lain sehingga untuk air bersih di wilayah utara tidak mengandalkan air dari sumber sumur dalam yang bisa mengakibatkan permukaan tanah dan akan menambah permasalahan dikemudian hari.




Scroll to Top