Sosial

Musrenbang Kecamatan Wonopringgo, Bidang Infratruktur Paling Banyak Diusulkan

20 Februari 2020 Admin 76

Wonopringgo 10/02/2020- Perangkat di Kecamatan Wonopringgo menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang berlansung di GSG Pringgodani Desa Wonopringgo, Senin (10/02/2020).

Dari pelaksanaan kegiatan tersebut, bidang infrastruktur yang terbanyak diusulkan oleh warga.

Camat Wonopringgo Tuti Haryati mengatakan sebelum digelar Musrenbang tingkat kecamatan pihaknya lebih dahulu menyelenggarakan kegiatan serupa di tingkat desa.

"14 desa yang ada di Kecamatan Wonopringgo, sebagian besar memang mengusulkan adanya perbaikan infrastruktur seperti jalan, talud, jembatan, dan lainnya," kata Tuti.

Tuti mengungkapkan meski masih dalam perencanaan dan pembahasan, harapannya untuk tahun 2021 beberapa perbaikan infrastruktur bisa terealisasikan.

Sebab, semua usulan tersebut untuk kepentingan seluruh masyarakat yang ada di Kecamatan Wonopringgo. Diantaranya, pembangunan jembatan permanen Sungai Sengkarang di Desa Legokgunung, lalu bronjong di Sungai Rogo, talud jalan, dan lain-lain.

"Kami juga memamerkan sejumlah inovasi hasil produk unggulan Kecamatan Wonopringgo. Misalnya cendol dawet, kemudian nasi goreng, tempe sumpil, sejumlah industri seperti pakaian dan lainnya," ungkapnya.

Terpisah, salah satu anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Budi Santosa menegaskan bahwa infrastruktur yang penting adalah pembuatan tebing di Sungai Sengkarang.

Menurutnya, tebing setinggi 12 meter yang berada di belakang aliran sungai itu sudah terkikis habis

"Itu diakibatkan lantaran seringnya warga yang mengambil matrial di kawasan sungai," ungkapnya.

Budi mengungkapkan memang hal itu berkaitan dengan 'urusan perut' warga yang mencari material. Namun perlu diingat, imbas dari tindakan tersebut bisa menjadikan bencana banjir dan menggangu petani yang menanam di sekitar sungai.

"Sebagai wakil rakyat, saya sangat peduli dengan lingkungan di sekitar sungai Sengkarang sehingga berharap masyarakat juga ikut peduli. Saya juga akan berusaha mengusulkan ke Pemerintah Provinsi Jateng maupun pusat agar mengembalikan kembali keberadaan tebing setinggi 12 meter di dekat sungai," tambahnya.




Scroll to Top